Ever you thought?

Ever u thought!

“Wah sudah sombong ya sekarang!”

Kalimat tersebut sempat beberapa kali pasti terlontar dari sebagian dari kita untuk teman – teman kita, atau malah dari teman – teman ke kita. Tapi, pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa setiap alur cerita pada kehidupan kita memang akan ada masa – masanya sendiri, tidak bisa kita samakan untuk setiap waktu.
Saya ambilkan contoh ketika kita pada posisi baru tamat kuliah dan sekarang sedang merasakan dunia kerja, ada salah satu teman melontarkan kalimat “Wah sudah sombong ya sekarang!”. Sempat saya terpikirkan bagaimana sikap saya seharusnya dengan teman seperti ini. Apakah memang saya telah berubah jadi sombong atau memang ada yang salah dengan hubungan silaturahmi ini?

Sebenarnya tidak ada yang bisa disalahkan jika terjadi hal yang demikian. Saya sempat terpikirkan sejenak mengenai pernyataan tersebut. Saya mulai berfikir, bagaimana jika nanti hampir semua teman saya menilai saya demikian? Padahal jika ditelaah lagi, ketika kita kecil, anggap saja pada saat taman kanak – kanak, pasti kita mempunyai teman dekat, kemudian kita tumbuh di rumah yang sama, di lingkungan yang sama kita juga mempunyai teman sepermainan. Ketika kita berada di bangku sekolah dasar, pasti kita mempunyai teman yang lebih banyak lagi, teman satu kelas, bahkan mungkin kakak tingkat ataupun adik tingkat. Lalu beranjak ketika kita berada di bangku SMP yang sekarangpun kebanyakan dalam satu angkatan terdiri dari beberapa kelas, anggap saja paling sedikit dalam satu angkatan itu ada dua kelas, belum lagi di tambah kakak tingkat dan adik tingkat, teman – teman organisasi di dalam dan di luar sekolah. Ketika SMA bahkan kita mempunyai teman lebih banyak lagi, apalagi jika kita aktif dalam organisasi, mulai bergaul untuk kerja sampingan. Ketika kuliah seharusnya jaringan yang kita miliki lebih luas lagi, teman – teman di luar kampus pasti juga banyak, teman organisasi, bahkan jika kuliah di luar kota pasti mempunyai teman kost. Dan ketika bekerja juga begitu, kita mempunyai lingkungan baru lagi. Ditambah pada era canggih sekarang ini, teman – teman di social media sangat banyak.  Oh ya, jika kita juga perhitungkan para guru di setiap jenjang pendidikan , belum lagi jika kita mengikuti kursus. Betapa banyak teman yang telah kita kenal dan dekat, anggap saja kita pukul rata di setiap jenjang pendidikan atau di setiap lingkungan yang berbeda, kita mempunyai 10 teman yang berbeda. Jika dijumlahkan lebih dari seratus.

Beralih sedikit dari relasi, kita membahas tentang apa yang kita hadapi atau kita kerjakan. Semakin bertambah umur, saya yakin semakin banyak yang akan dikerjakan, semakin banyak juga tanggung jawab yang dibebankan, dan pastinya semakin banyak juga permasalahan yang kita hadapi, mulai dari permasalahan dengan keluarga, pekerjaan kantor, client dan bahkan kita juga menghadapi teman yang demikian, seperti kalimat yang kita bicarakan di atas. Lantas masih pantaskah kata-kata “SOMBONG” terlontarkan?

Saya sempat berfikir, dalam era sekarang, seharusnya kita bisa saling mengerti satu sama lain. Bukan berarti saya atau teman kita sombong, kita telah beranjak dewasa. Sekarang kita mempunyai urusan masing – masing, mempunyai kepentingan masing – masing, jika kita telaah lagi, seberapa banyak teman yang kita punya. Jika semua teman harus kita sapa dan berinteraksi setiap hari, lantas bagaimana dengan pekerjaan kita dan urusan lainnya. Tak bisa kita samakan lagi seperti yang dulu ketika kita masih berada berdekatan, sungguh tak bisa.

Dari pernyataan di atas saya mulai tersadar, mungkin saya harus memperbaiki cara silaturahmi saya. Walaupun jauh saya harus tetap menjaga silaturahmi, satu bulan sekali, jika keberatan, 3 bulan sekali, atau enam bulan sekali, jika memang masih belum ada waktu minimal satu tahun sekali, pada saat hari besar. Hal ini bisa dilakukan melalui sosial media, jejaring sosial atau apapun itu, apalagi di zaman yang sudah sangat canggih seperti sekarang ini.

Tapi ada satu hal penyakit yang juga tumbuh seiring berkembang nya teknologi. Salah satu fitur jejaring sosial biasanya menyediakan kirim ke semua atau broadcast pesan. Nah kebanyakan anak – anak zaman sekarang jika mendapatkan hal demikian, malah tidak dibaca sama sekali, apalagi jika hanya sebatas doa, sering kali diabaikan. Nah disinilah terkadang malah niat kita untuk bersilaturahmi sedikit terhambat karena penyakit tersebut.

Hendaknya kita selalu berfikir positif dan saling menghargai satu sama lain. Ingat jika sudah berteman tidak ada istilahnya manta teman, ketika kita kenal maka kita berteman selamanya. Nanti jika kita berpapasan jangan saling sungkan menyapa duluan, kita adalah teman. Jangan beranggapan ada yang sombong. Teruslah berfikir positif. J

Have nice day for u all.

Popular

13 Jenis Headline yang Mematikan dalam Copywriting

Melepas Lelah Dan Menikmati Megahnya Masjid Agung Darussalam Muara Beliti, Musi Rawas, Sumatera Selatan

6 Karakter Marah yang Sering Ditemui

Bagi Pencinta Nokia, Wajib Tahu 7 Keunggulan Nokia 2 Terbaru