Posts

Showing posts with the label karyaku

9 Alasan, Mengapa Kamu Harus Mempunyai Pakaian Batik

Image
>>> “Arrrrgggghhh… Bingung ni, mau gunain pakaian apa buat acara nanti! Kayaknya stok pakaian di lemari udah mainstream banget buat digunain untuk acara nanti. Aduuh… apa ya!!!” Hallo wanKawan… Tak perlu bingung, tak perlu resah, tak perlu ambil pusing. Batik-in aja... Kan sudah pernah aku bilangin, kamu sebagai orang asli Indonesia itu, kudu, wajib, harus, punya BATIK!!! Loh, kenapa? Kok bisa? Penting banget kah? Yaiyalah penting banget guys !!! Yaudah, supaya semakin memperjelas pernyataan di atas dan semakin meyakinkan kamu untuk mempunyai batik. Ini dia Sembilan alasan, mengapa kamu harus mempunyai pakaian batik. Yok, lanjut… 1. Batik adalah asli Indonesia. Sumber: http://nickverrreos.blogspot.co.id/2014/11/sashes-and-tiarasmiss-international_11.html

Asa Tak Bernyawa

Image
Apalah arti sebuah perayaan tanpa makna? Mengeringkan baju di badan juga tak ubahnya mengarungkan pasir di pantai. Menggulung hingga menyeret asa ke tengah lautan. Dia mencoba mengeringkan baju dikala dia terapung di tengah lautan. Bagaimana bisa, dalam sekejap menghisap air laut hingga kembung lalu bajunya kering kerontang. Bagaimana bisa?

'Kan Menjadi Satu

Terimakasih untuk waktumu yang sabar menunggu. Untuk pengertianmu yang mau menerima aku apa adanya. Untuk kepercayaanmu yang mau menggantungkan masa-depanmu bersamaku. Dan untuk semua yang sedang kita perjuangkan bersama.

Pintu Tua Bisu

Pintu itu bergeming Pun tak menatap Parasnya lebur dimakan usia Kasian, kini dia tak dipercaya Teronggok sedih di sudut gudang Lubuklinggau, 17 November 2016

Puisi Zuhud

Temangu aku dalam lamunan pagi. Ah, pagi yang begitu dingin-wajar saja, ini lagi musim penghujan-. Sedari pagi sudah melamun, sungguh konyol sekali.

Berapa Lama Lagi Kau `Kan Menunggu

Sudah berapa lama kau telah menunggu dipersimpangan? antara menunggu, atau melanjutkan antara hidup, mati, atau hidup seakan mati antara diam, berbicara lantang, atau berbicara seadanya

Biarkanlah Ikhlas Memaknai Dirinya Sendiri

Mengapa harus ada pertemuan? Pertemuan adalah kuasa Tuhan. Ia mempunyai rencana, lebih tahu apapun daripada yang manusia tahu: maha mengetahui. Pertemuan adalah rahasia alam, dalam hingga ke dasar bumi dan tinggi setinggi tiang langit. Sungguh, tak aku inginkan pertemuan semacam ini. Kau memberikan harapan, lantas kau torehkan luka hati. Aku tak pernah menganggap aku bodoh karena aku mengenalmu. Aku hanya kurang beruntung karena lebih lambat mengenalmu. Andai saja, kau lebih dulu mengenalku, aku yakin bahkan sangat yakin kau akan setia padaku. Tak perlu lagi ada dusta di antara aku, kau dan dia.

Tentang Rasa, Suara, Rupa, Bau dan Bentuk

Image
Wahai rasa Ajarkan aku mendengarkan rasa pahit Melihat rasa manis Mencium rasa asin Meraba rasa masam

Puisi Kemarau

Image
Wahai kemarau yang merana Katanya pasanganmu adalah hujan Lantas kenapa kalian tak kunjung bersama Selalu datang bergantian

Cinta Hina

“seperti hujan, katamu, rindu adalah gerimis yang melebat tiba-tiba. mengalirkan kamu kedalam anganku. selalu dan tiba-tiba.” ―   firman nofeki                                        Mencintai orang yang tak seharusnya kita cintai adalah suatu perwujudan kuasa Tuhan. Tak ada yang patut disalahkan. Cinta hanya datang dan menetap pada orang yang tepat. Semua sudah ditakdirkan. Tak ada yang salah pun cinta.

Emosi untuk Sang Manusia J*l*ng

97. Bertindak menyakiti dari belakang akan lebih menyakitkan dari apapun jika ketahuan. Dan aku yakinkan itu pasti akan sulit untuk di maafkan. Apa yang sudah kau lakukan Jangan anggap aku bodoh Aku juga bukan anak kemarin sore Aku hanya ingin belajar

Sawah Indah

Image
Sawah Bukit Cempuhan, Bali Sawah itu indah, Tak ada sawah yang tak indah, Pun padi itu indah, Padi menguning lebih indah, Beras pun indah, Beras merah beras putih itu indah, Nasi juga indah, Saat lapar begitu indah. 1 November 2016, On my way Banyuwangi Baru - Yogya

Lubuklinggau, Dulu, Sekarang Dan Yang Akan Datang

Image
Lubuklinggau Kau adalah teman setia. Setiap pada tempatnya. Kini aku merindu, dengan bau dan semua perlakuanmu. Lubuklinggau Kau adalah sari-patiku  dan ini adalah petuahku. Dengan sabar dan bijaksana, kau ajari aku. Aku yakin kau tak akan merasa sepi, ada berjuta anak yang bisa kau ajari. Lubuklinggau Walau umurmu semakin menua, semangat majumu tetap membara. Tahun demi tahun, kau telah berkembang, mekar mewangi, mengundang kumbang. Lubuklinggau Kau mencinta, tapi tak haus akan cinta; Oh, sungguh budimu cantik nian, tak 'kan terbalas hingga akhir zaman. Terima kasih untuk semua waktumu; untuk tempat yang tak membisu; atas udara, air dan tanah suburmu; dengan bukit, danau dan peson alammu; Itulah kau, Lubuklinggauku. ###################### Selamat HUT ke-15 Ayo Ngelong Ke Lubuklinggau

TIANG TIANG LANGIT

Yakinlah aku tak semudah itu percaya dengan manusia. Apalagi manusia seperti kau. Jangan anggap aku anak yang baru lahir di dunia. Bukan kali pertama aku menemui orang seperti kau. Kini kau tahu langit bertiang. Awan yang hilang. Angin tak bergerak. Aroma mawar yang busuk. Pesawat tak bersayap. Cahaya tak bersinar. Yah, itu adalah realita yang kau temui di dunia. Sudah cukupkan saja. Tak ada guna. Toh, Tuhan tetap satu, tetap ada, tak pernah berubah, dari Adam hingga akhir dunia nantinya.

Taji Tadi

Image
Cinta, kini datang dengan membawa taji, ingin membunuh hingga aku mati, cinta, kau pernah menunjukkan cinta suci nan abadi, cinta kepada sang ilahi, cinta, kau pernah hadir untuk manusia pertama di bumi, dan cinta kaulah yang melahirkan hawa karena adam merasa sepi, cinta, kemudian kau tunjukkan cinta abadi, kemudian lagi, karena perihal hati, cinta abadi pergi, dan karena itulah turun manusia ke bumi, berharap mengajarkan cinta yang abadi. Cinta, kini kau datang kembali, untuk kekasih yang ada di bumi ini, cinta, katamu yang ada di bumi ini, bukanlah cinta abadi, dan kau tunjukkan itu benar-benar terjadi, inilah realita bumi, cinta, walau kau dulu pernah menyakiti, tapi kini, aku tak mau terulang lagi, cinta, terkadang kau terlalu egois, tak memikirkan hati ini, kau buat hati ini meringis seakan mau mati, cinta, cobalah mengerti, sekarang hati ini sudah letih, tertatih, lirih sendiri, cinta, kini aku juga mencoba mengerti, mencoba menci...

SAKIT

Aku suka dengan rasa sakit ini. Rasa sakit yang mengajarkan ku betapa bodohnya aku. Semua salah ku. Bak seekor keledai. Sudah tau salah tetap saja dilakoni. Aku menyukai rasa sakit ini. Mungkin kah rasa sakit bisa membalas dosa ini. Dan Aku menikmati semua rasa sakit ini. Aku sadari semua salah diri ini. Dan Aku menyadari semua ini teguran sang ilahi. Aku tau rasa sakit ini. Sakit yang acap kali berulang lagi. Ini bukan soal patah hati. Ataupun ditinggal pergi sang kekasih. Mungkin ini proses menemukan jati diri. Aku mencoba belajar dari salah ini. Walau nanti aku mati. Aku tetap rela dengan rasa sakit ini. Oh Tuhan jika memang takdir seperti ini. Biar aku cepat mati. Atau angkat sakit ini hingga aku mati. Karena aku rela dengan semua rasa sakit ini.

Meong

Image
Ibu, Kau sungguh berarti bagiku, Kau tahu umurku baru beberapa minggu, Kau tahu, hanya aku yang tersisa dari saudaraku. Ibu, kini kau hidup bagai sembilu, anak-anakmu dulu kadang mengeong malu, dan kadang mengeong sendu, mampus menunggumu, Meong, Ibu, kau tahu aku, aku adalah anakmu, bukan anak Burung Puyuh. Ibu aku masih membutuhkanmu, air susumu nyawa bagiku, aku tak tahu ikan, yang ku tahu susu, aku tak mau susu sapi, aku mau susu ibu. Ibu mungkin aku tahu sedikit perasaanmu, kau hidup selalu diburu, kau keluarkan aku dari perutmu, kemudian jantan lain kembali memburu. Ibu, Meong, walau aku tahu, aku harus kuat, kadang bertarung melawan kawat, kadang juga melawan kakak yang sok kuat. Meong, ibu hari mu kadang diselimuti pilu, ini itu, kadang malah anakmu, ingin menanam benih dalam perutmu. Meong, suatu hari itu, sang jantan kembali memburu, aku hanya bisa membisu takut diburu, Meong… Suara itu tak bisa aku keluarkan, Aku s...

LAH IYA ADA

Ketika warna hitam tak lagi pekat, pekat paling terdalam, seandainya hitam tetaplah hitam, selalu terlelap dalam lembah kelam. Kini putih bercampur hitam menjadi abu, abu jatuh hanyut menyebrang, abu melintasi nil, dan menembus nirwana garang. Biru mulai berbisik pada langit dan laut juga salju serta danau malu, namun biru kadang membenci malam, malam hitam pilu. Biru dan hitam seakan tak mau bersatu, mereka pernah berbisik menyentuh qalbu dengan membelai lembut nan syahdu. Pernah juga merah kuning hijau singgah tapi malu, bersama putih yang menggumpal gendut dan terlihat semanis madu. Seketika jingga hadir memberikan arti menjelang mimpi menerjang sanubari, jingga tak pernah iri pun dengki, tak mencibir pun mencaci, jingga lambang tinggi harga diri. Itu serdadu nun jauh maju mundur malu, membisu pun batu, mau itu tapi ragu, ini sari tak berarti, menari dan bernyanyi seksi, mendesir ke ulu hati, lah nada ucap iya ada, membelah dada, cahaya jiwa meron...

Sunday Morning ...

Image
Photo by GRK Selamat pagi yang kesiangan! Apakah ini masih pagi? Yah, tergantung dari sudut pandang mana kau memaknai pagi tersebut. Karena pagi tidak selamanya pagi dan pagi tidaklah abadi. Semangat Pagi! Happy Sunday Morning!

PERANG DIKALA MALAM

Image
Duhai malam yang kini sedang berperang, berperang melawan setan durjana. Duhai malam yang kini tak lagi gersang, gersang hilang, tergenang air di tanah. Wahai kau sang penancap belati, yang dulu pernah berjanji. Bukan aku tak mengerti, tapi ini urusan dengan ilahi, janji tetaplah janji. Bukan juga aku tak memahami, tapi sang ilahi juga tak tidur malam ini, dan janji tetaplah janji. Wahai sang malam, yang kini selalu mencekam, bukan maksud hati tak merekam, tapi setiap malam setan itu datang dan mencengkram. Ini bukan lagi urusan nasi, bukan juga urusan belati, tapi ini menyangkut hati, hati yang katanya tak pernah ternodai, membuat hati tak berharap lebih, karena nanti hati pastikan lirih, tak mau lagi hati mengeluh perih, biar malam ini, diri berperang sendiri agar hati semakin terlatih.