Asa Tak Bernyawa

Apalah arti sebuah perayaan tanpa makna?


Mengeringkan baju di badan juga tak ubahnya mengarungkan pasir di pantai.
Menggulung hingga menyeret asa ke tengah lautan.
Dia mencoba mengeringkan baju dikala dia terapung di tengah lautan.

Bagaimana bisa, dalam sekejap menghisap air laut hingga kembung lalu bajunya kering kerontang. Bagaimana bisa?


Apakah itu juga membutuhkan sebuah tanda tanya besar di atas kepala Hiu,
yang sedari tadi kebingungan dengan santap makan siangnya.
Hiu seakan tak bereselera memakannya karena hati penuh resah.
Kau tahu? Hiu pun punya selera!

Sesaat dia tersadar bahwa dia telah jatuh dari atas awan. Jatuh dari singgasana!
Memang jatuh itu tak selamanya sakit, jatuh dari singgasana awan pun tak sakit, tapi perih.
‘Kan kubiarkan dia tenggelam dalam laut penyesalan,
agar dia belajar arti sebuah pengorbanan.

Kini, kubersorak merayakan tenggelamnya asa dan gembira karena Hiu mendapatkan santap siang. Terkadang kita juga perlu menhancurkan sesuatu untuk membuatnya lebih baik dan lebih bermakna.

Dengar-dengar katanya pintu lama kawin dengan jendela taubat.
Apakah Perlu kita rayakan juga?


Lubuklinggau, 21 November 2016

Comments

Popular

5 Fakta Tentang IELTS yang Mungkin Belum Kamu Ketahui! Wajib Baca Bagi yang Akan Mengikuti IELTS

Nomor 8 Dijamin Ampuh! Cara Agar Doi Mimpiin Kamu Saat Tidur Tanpa Pelet!

Menikmati Alaminya Wisata Danau dan DAM Gegas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan

OPPO Service Center Lubuklinggau Siap Melayani Kamu

5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Jadi Tips Ampuh Detok Tubuh Hanya Dalam 24 Jam Saja